5 Tips Memilih Hard Disk Eksternal Yang Tepat Untuk Anda

tips memilih hard disk eksternal

Dengan kecanggihan teknologi data saat ini, alat-alat yang mendukung kelancaran aktivitas di bidang internet pun semakin berkembang. Bagi Anda yang menggunakan tempat penyimpanan data, kini harddisk eksternal sudah semakin besar daya tampungnya. Alat yang semula hanya memiliki keterbatasan daya tampung dan sebagai alternatif, kini justru menyaingi laptop/komputer dalam hal kapasitas penyimpanan.

Alat ini sangat memudahkan bagi orang yang terbiasa mobile untuk menyimpan data  dan membawanya ke manapun Anda berpindah. Selain itu, bentuk dan fiturnya pun kini semakin beragam dengan harga yang semakin murah dan menyesuaikan dengan kecanggihan dan kelengkapan fitur yang ditawarkan.

Tidak semua orang memahami kualitas harddisk yang bagus. Untuk itu, Anda harus pro aktif mencari informasi mengenai produk ini sebelum memutuskan membelinya. Anda dapat menyimak lima tips berikut ini untuk membantu Anda memilih tipe harddisk yang sesuai dengan kebutuhan:

  1. Harga yang dipasarkan

Hal pertama yang Anda perhatikan sebelum membeli suatu barang, tentu saja harga pasarnya. Ini penting untuk menyesuaikan dengan budget yang dimiliki. Ukuran isi kantong pastinya mempengaruhi daya beli kita. Biasanya, semakin tinggi harga yang ditawarkan, semakin besar pula kapasitas yang dimiliki untuk menyimpan data. Kisaran harga dimulai dari 800 ribuan dengan kapasitas penyimpanan 1 TB hingga mencapai jutaan rupiah untuk kapasitas  di atas 1 TB. Pikirkan baik-baik kapasitas penyimpanan yang Anda butuhkan dan sesuaikan dengan dana yang tersedia.

  1. Kapasitas Penyimpanan yang tersedia

Kapasitas harddisk biasanya sudah tertulis di kardusnya. Tinggal Anda memilih berapa kapasitas yang dibutuhkan untuk menyimpan data yang hendak dipindahkan atau ditampung. Contohnya saja harddisk dengan kapasitas 1 TB akan memuat foto sebanyak 200 ribu foto hasil dari kamera 6 MP. Dengan adanya gambaran ini, Anda bisa memperkirakan berapa kapasitas harddisk yang dibutuhkan.

Ukuran hard disk eksternal

  1. Ukuran harddisk

Pilihan paling menarik adalah ukuran harddisk yang berukuran kecil. Biasanya, harddisk yang berukuran besar memerlukan daya listrik khusus untuk menghidupkannya dan akan sedikit merepotkan saat hendak membawanya. Namun, tak apa bila Anda memilih yang besar. Pilihan ada di tangan Anda. Contohnya seperti harddisk merk Samsung P3 Portable External Hard Drive yang memiliki ukuran yang tipis dan ringan (±23 gr). Harddisk ini memang paling tipis di antara harddisk lainnya. Kapasitas penyimpanannya tersedia mulai dari 500 GB hingga 4 TB dan difasilitasi konektor USB 3.0 yang dapat memindahkan data dengan sangat cepat.

  1. Konektivitas

Setiap harddisk pasti memiliki port USB. Anda akan disajikan pilihan kembali antara USB 2.0 dan 3.0. Pilihlah harddisk dengan konektor USB 3.0 yang akan memberi kemampuan mentransfer data lebih cepat 5 Gbps dibandingkan dengan konektor USB 2.0 yang kecepatannya hanya 480 Mbps. Selain itu, terdapat beberapa harddisk yang telah menggunakan koneksi port thunderbolt di mana kecepatan mentransfer data lebih cepat dari USB 3.0. Namun, tentu saja semuanya akan kembali ke harga produk. Semakin canggih fasilitasnya, maka harganya pun menjadi semakin mahal.

tips memilih hard disk eksternal - thunderbolt

 

Salah satu harddisk yang menggunakan port thunderbolt adalah Hard Disk Lacie Rugged Thunderbolt & USB 3.0. Harddisk ini tidak hanya memiliki satu konektor saja, namun memiliki dua konektor di dalam satu perangkat. Wow! Jika Anda memerlukan harddisk dengan fasilitas yang lengkap, harddisk ini bisa menjadi referensi untuk Anda. Tersedia kapasitas penyimpanan dari 1 TB hingga 4 TB. Harddisk ini pun dirancang dengan spesifikasi tahan air, debu dan juga benturan jika port harddisk masih tertutup.

tips memilih hdd - cover pelindung

  1. Pelindung Hard Disk

Anda perlu memperhatikan tempat atau pelindung untuk harddisk tersebut. Biasanya, tersedia pelindung dari bahan karet ataupun sejenisnya yang bisa Anda pilih untuk melindungi harddisk dari benturan ataupun guncangan.

Demikian 5 tips yang bisa Anda pertimbangkan saat memilih dan membeli hard disk. Jadi, kini Anda sudah bisa menentukan jenis harddisk apa yang akan Anda beli, bukan?

 

Kisah Unik Seorang Pria Australia yang Fasih Berbahasa Indonesia

Kisah Unik Seorang Pria Australia yang Fasih Berbahasa Indonesia

Peter Davidson, seorang pria Australia kelahiran tahun 1983, telah bergabung dengan Kepolisian Queensland hampir delapan tahun.

Ia kini menjabat sebagai Senior Constable di Yamanto Police Station, sekitar satu jam menyetir dari kota Brisbane. Peter mengaku bisa berbahasa Indonesia, yang telah ia pelajari hampir dia tahun terakhir.

Dengan kemampuan berbahasa Indonesia, kini ia sedang membuat sebuah brosur informasi dalam Bahasa Indonesia soal pelayanan Policelink.

Policelink sendiri adalah layanan yang bisa diakses oleh warga Queensland untuk melaporkan insiden yang tidak terlalu genting, seperti pencurian, kehilangan barang, atau aktivitas yang mencurigakan.

Layanan yang diluncurkan pada tahun 2010 oleh Kepolisian Queensland ini bertujuan agar warga tidak lagi menghubungi layanan gawat darurat 000, sehingga polisi bisa lebih menangani insiden darurat.

Hingga saat ini layanan baru tersedia dalam bahasa Cina, Jepang, dan beberapa bahasa dari kawasan Eropa.

“Saya berharap brosur berbahasa Indonesia bisa selesai dalam beberapa pekan ke depan kemudian dibagikan ke kelompok mahasiswa dan organisasi masyarakat Indonesia bagaimana cara mengontak polisi di Queensland, bagaimana cara melaporkan kecelakaan lalu lintas,” kata Peter.

Brosur dan informasi yang diterjemahkan oleh Peter nantinya akan disebarkan ke seluruh negara bagian Queensland.

Kota kecil Yamanto, sekitar 38 km dari Brisbane, berdekatan dengan kampus Southern Queensland University, Griffith University, serta ada kampus dari University of Queensland, yang menurut Peter banyak ditemukan mahasiswa Indonesia.

“Brosur ini khususnya bagi para mahasiswa, sehingga mereka bisa melaporkan, seperti kehilangan, kecurian, hal-hal yang tidak terlalu darurat.”

Tak hanya brosur, Peter juga berharap dengan kemampuan berbahasa Indonesianya juga dapat lebih mendekatkan kepolisian Australia dengan komunitas Indonesia.

“‘Kapan pun di Queensland, Anda bisa bertemu anggota polisi dan berbicara dengan mereka, berjabat tangan, bahkan mengobrol,” ujar Peter.

“Tidak harus selalu berbicara kita jika sedang ada masalah atau berhadapan dengan hukum, kami sangat mudah didekati,” tambahnya.

Berawal dari Sebuah Percakapan

Peter mengaku ketertarikannya terhadap bahasa dan budaya Indonesia berawal saat ia berlibur ke Bali.

“Semua ini berawal dari sebuah percakapan,” ujar Peter, ayah dari empat anak perempuan ini.

“Saya merasa sangat disambut oleh warga setempat. Mereka membantu saya untuk merasa aman, dibawa ke tempat-tempat indah, diajak makan.”

Sejak saat itulah ia merasa adanya ketertarikan untuk mengenal lebih jauh budaya dan politik yang ada di Indonesia.

Peter mengaku pada awalnya ia seperti kebanyakan warga Australia, yakni memilih Bali sebagai tempat berlibur. Tapi hingga saat ini ia sudah pernah mengunjung Jakarta, Lombok, Yogyakarta, dan bahkan berencana untuk berkunjung ke lebih banyak tempat di Indonesia setiap tahun bersama istri dan anak-anaknya.

Ia mulai belajar Bahasa Indonesia sebagai sebuah hobi. Namun kini, ia mengaku telah memanfaatkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam profesinya sebagai seorang polisi.

“Suatu hari teman saya asal Indonesia di University of Queensland kehilangan telepon genggamnya. Ia menelepon saya dan ingin melapor pada polisi. Ia bertanya ‘apa yang harus saya lakukan? Bagaimana melaporkannya’, dan inilah saat bagaimana mulanya bagi saya untuk mempraktikkan Bahasa Indonesia dalam pekerjaan.”

Peter mengaku masih deg-degan saat berbicara dalam Bahasa Indonesia. Tapi lewat banyak berhubungan dengan komunitas Indonesia dan mahasiswa Indonesia di Queensland, membuat rasa percaya dirinya terus meningkat.

“Belajar bahasa Indonesia bagi saya tidak sulit, karena saya menyukainya. Tapi kesulitan terbesar bagi saya adalah penempatan kata dan kalimat. Kadang saya kesulitan menemukan padanan kata bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia. Sulit untuk tidak selalu menggunakan kata ‘the’ terlalu seirng.”

Warga Indonesia Rentan jadi Korban KDRT

Menurut Peter, kebanyakan laporan yang ia tangani dari warga Indonesia di Queensland adalah jenis kejahatan ringan. Tetapi jika dilihat, menjadi korban pencurian paling sering terjadi.

Terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, yang menurut Peter karena mereka memiliki laptop, telepon genggam, dan jenis gadget lainnya untuk keperluan sekolah.

“Saya rasa warga Indonesia mulai percaya dan terlalu santai, sehingga orang lain memanfaatkannya.”

Setelah pencurian dan kehilangan, Peter menyebutkan ada pula warga Indonesia yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Terutama perempuan Indonesia yang datang ke sini dan menikah dengan pria Australia. Mereka bisa menjadi korban kekerasan, karena tidak tahu apa itu KDRT.”

“Kadang mereka terlalu takut, tidak hanya bagi warga Indonesia, tapi pada para korban lainnya, takut melapor karena jika polisi terlibat mereka bisa dalam posisi yang lebih parah.”

Peter bercerita jika ia pernah menangani satu kasus perempuan yang menjadi korban KDRT. Lewat kemampuan berbahasa Indonesia-nya. Peter membantu perempuan tersebut untuk kemudian merujuk pada sebuah organisasi dan mendapat konseling. Perempuan tersebut dibantu untuk memutuskan hubungannya dan pulang ke Indonesia.

“Yang akan menjadi proyek kedua saya adalah menggelar sesi informasi dan pelatihan, serta mendidik perempuan Indonesia di Queensland soal apa itu KDRT dan cara menghindarinya. Jika itu dapat menghindar, kami akan berikan cara untuk melapor kepada polisi.”

Sepengetahuan Peter, di Kepolisian Queensland ada sekitar dua atau tiga anggota polisi yang juga sedang belajar bahasa Indonesia.

Kepala Ular Bergerak dan Menggigit Setelah Terpenggal

Kepala Ular Bergerak dan Menggigit Setelah Terpenggal
Sebuah video mengerikan berisi tayangan kepala ular yang masih bergerak dan mencoba menggigit setelah dipenggal. Video tersebut sudah menyebar ke berbagai sosial media dan mendapat banyak respon dari warganet.

Dalam tayangan yang diunggah ke Facebook oleh Jill-Scott Mollett dari Sunnyvale, Texas, ular itu diduga jenis black moccasin atau dikenal juga sebagai cottonmouth. Nama ilmiah reptil air itu adalah Agkistrodon piscivorus.

Video itu awalnya diunggah pada awal pekan ini. Mollet menjelaskan kepada publik bahwa ia dan putrinya berpapasan dengan ular itu di semak berbunga dekat halaman.

“Hari ini anak-anak perempuan saya menemukan seekor cottonmouth water moccasin di antara rerumpunan bunga,” demikian tulisan yang menyertai unggahan video Jill-Scott Mollett.

Mereka kemudian memutuskan untuk memotong kepala ular berbisa itu menggunakan pemotong dahan pohon, agar tidak melukai orang-orang yang ada di sana.

“Kami tidak memiliki pisau sehingga dipenggal menggunakan alat pemangkas dahan. Adegan ketika kepala si reptil yang sudah terputus dari tubuhnya tetapi berupaya menggigit selama beberapa menit.”

Respons Pro & Kontra

Video pemenggalan tersebut mengundang beberapa respon pro & kontra dari warganet.

“Semoga anak-anakmu bisa berlaku lebih baik darimu pada masa yang akan datang,” komentar salah satu warganet yang terlihat tidak sepakat dengan pemenggalan ular tersebut.

Sedangkan lain merasa lega, karena ular itu tidak merenggut korban. “Menurut saya tidak banyak di antara kita yang menyadari betapa beracunnya ular itu.”

“Coba tempatkan diri kita di posisinya. Jika anak kita berpapasan dengan ular di halaman yang bisa menyebabkan mereka sakit, apakah kita akan membiarkan reptil itu begitu saja?” timpal yang lainnya.

Gigitan oleh ular jenis black moccasin bisa meninggalkan bekas luka parut, dan beberapa kasus menyebabkan amputasi. Kendati demikian, biasanya jarang menyebabkan kematian.

Ular itu disebut-sebut tidak bersifat agresif, kecuali ia merasa terancam atau dalam bahaya.

Berikut videonya :