Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa

Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar AngkasaPengiriman benda atau makhluk ke ruang angkasa tentu saja memerlukan biaya yang sangat tinggi. Perlu energi yang besar juga untuk mendorong roket ke angkasa, sehingga penambahan berat yang sedikit
sekalipun berdampak pada penambahan biaya. Demikian juga dengan kebutuhan sumber daya untuk bisa bertahan hidup di angkasa.

Pada 2008, turis angkasa bernama Richard Garriott, seorang pengembang permainan komputer dari Texas, rela membayar US$ 30 juta kepada Badan Antariksa Federal Rusia untuk bisa ikut ke dalam roket
Soyuz, lalu melakukan wisata 10 hari dalam International Space Station.

Tapi hambatan itu tidak menghalangi para ilmuwan mengirimkan berbagai benda dan makhluk ke ruang angkasa.

Misalnya, para peneliti penasaran dengan apa yang akan terjadi pada bakteri jika ditempatkan di luar angkasa sehingga mereka mengirimkan bakteri Salmonella ke angkasa dan mengujinya ketika telah
kembali ke Bumi. Ternyata, bakteri itu bertambah kuat.

Bukan hanya hal-hal bersifat ilmiah, ada saja benda dikirimkan ke angkasa. Misalnya perusahaan Masten Space Systems di Santa Clara, California, yang menawarkan jasa mengirimkan benda apapun ke
angkasa asalkan tidak lebih dari kaleng minuman dan tidak terlalu berat.

Berikut ini 8 benda dan makhluk yang dikirimkan ke angkasa luar :

1. Abu Jenazah
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 1
Gene Roddenberry, pencipta Star Trek, berkeinginan agar abu jenazahnya ditebar di ruang angkasa.

Pada 1992, suatu kapsul seukuran lipstik berisikan aju jenazahnya dibawa terbang pesawat ulang-alik Columbia dalam misi STS-52. Suatu kapsul lain dikirim pada 1997 dengan menggunakan wahana
Pegasus XL.

Demikian juga dengan James Doohan yang akrab dikenal Montgomery “Scotty” Scott dalam Star Trek. Ia juga meminta agar abu jenazah miliknya juga istrinya, Majal, ditebar di angkasa. Hal itu terlaksana
pada 2012, berbarengan dengan surat-surat digital dari para penggemarnya.

2. Pedang Cahaya Milik Luke Skywalker
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 2
NASA memberikan penghargaan kepada film fiksi ilmiah Star Wars (1977) dengan cara membawa serta pedang cahaya (lightsaber) yang dipakai Luke Skywalker menghadapi Dark Side ke angkasa.

Setelah perjalanan sekitar 10 juta kilometer di ruang angkasa, perangkat itu sekarang dikembalikan kepada pihak Lucas Film. Benda itu diduga disimpan dalam Disney Vault.

3. Stasiun Angkasa Persinggahan
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 3
Bigerlow Aerospace yag berkedudukan di Las Vegas pada Juli 2006 meluncurkan Genesis I yang merupakan misi pembuka jalan. Proyek itu berkutat pada penerapan modul-modul yang ditiup mengembang
untuk menjadi wahana pengorbit Bumi.

Struktur yang dapat dihuni itu dirancang menjadi tempat singgah bagi para wisatawan sekaligus markas penelitian dan manufaktur. Memang terdengar sebagai teknologi sepele untuk bidang itu, tapi
penempatan teleskop di angkasa pun dulunya juga dipandang secara skeptis.

4. Telepon Android
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 4
Dany Pier (25), seorang yang gandrung teknologi, menggagas proyek “Astdroid”, yaitu suatu proyek bersama untuk mengirimkan sebuah telepon pinter berbasis Android ke angkasa.

Pria yang mengaku penggemar komputer itu yain ia bisa menciptakan balon udara menggunakan telepon HTC Evo dan melacak perjalanannya menggunakan kamera, pemancar, kekuatan perhitungan, dan
teknologi GPS yang ada pada perangkat itu.

Ternyata, sudah ada yang terlebih dulu meluncurkan proyek yang serupa bernama SpaceDroid.

5. Beruang Air
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 5
Tardigrade yang dikenal sebagai “beruang air” adalah serangga mikro yang memiliki 8 kaki dan mampu menyintas suhu ekstrem dan radiasi, serta menyintas hampir 10 tahun tanpa air. Serangga itupun dikirim ke angkasa untuk melihat ketahannya.

Pada September 2008, makhluk itu membuktikan mampu selamat dari lingkungan ekstrem di luar angkasa. Ketika kembali ke Bumi, makhluk inverbrata mungil itu terbukti sehat wal afiat.

6. Tinja Burung
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 6
Wahana Space Shuttle Discovery terlihat terciprat tinja burung 3 minggu sebelum peluncuran dan tinja itu tetap menempel walaupun diterpa hujan deras negara bagian Florida. Cipratan tinja itupun terbawa ke ruang angkasa.

Selagi peluncuran, wahana tersebut menyemburkan 1,14 juta liter air dan mengalami akselerasi dari 0 ke 29 kilometer per jam dalam waktu kurang dari 9 menit.

Ternyata, cipratan tinnja burung itu tetap menempel pada wahana bahkan ketika sedang dalam peluncuran ke angkasa.

7. Bulu Babi
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 7
Para ilmuwan mengirimkan berbagai jenis makhluk demi meraih pengetahuan sehingga mereka mengirimkan tikus, kucing, lalat, dan ubur-ubur.

Pada 1948, Amerika Serikat mengirimkan monyet bernama Albert ke angkasa, tapi hewan itu mati. Baru pada 1957, seekor anjing bernama Laika dikirim mengorbit ke angkasa oleh Rusia dengan menggunakan Sputnik II.

Sejak itu, berbagai jenis hewan telah berkelana ke ruang angkasa, seperti : marmot, katak, bekicot, kura-kura, laba-laba, dan kecoa. Pada 1990-an, beberapa dulu babi dibawa dalam wahana Columbia untuk pengujian sangat rahasia.

Beberapa tahun kemudian, pihak Angkatan Darat Amerika Serikat mengungkapkan penciptaan com klaster “bulu babi”.

8. Bakteri Salmonella
Abu Jenazah hingga Tinja, 8 Benda yang Dikirim ke Luar Angkasa - 8
Pada September 2006, wahana ulang-alik meluncur dari Kennedy Space Center sambil membawa beberapa tabung berisi bakter Salmonella typhimurium untuk mempelajari pengaruh perjalanan angkasa ada makhluk tersebut.

Setelah kembali ke Bumi, bakteri itu disisipkan dalam tikus percobaan. Ternyata bakteri itu menjadi superbug yang lebih kuat dan lebih mematikan.

Tikus yang ditularkan bakteri tersebut lebih mudah sakit dan lebih cepat mati dibandingkan dengan tikus-tikus lain yang disisipkan bakteri yang menetap di Bumi.

Para ilmuwan mendapat bahwa perilaku genetik dalam bakteri itu telah berubah sehingga makhluk itu menjadi 3 kali lebih mematikan. Bakteri pengelana angkasa itu juga lebih menular dan lebih kebal terhadap suhu tinggi, kondisi asam, dan sel-sel darah putih.